A A G
Contact Us

5 Penyakit Akibat Tikus yang Perlu Anda Waspadai

5 Penyakit Akibat Tikus yang Perlu Anda Waspadai

Penyakit zoonosis adalah istilah yang menggambarkan infeksi yang dapat ditransmisikan secara timbal balik antara hewan dan manusia. Mekanisme penularannya beragam, dapat melalui gigitan tikus secara langsung, perantaraan vektor seperti pinjal dan tungau, ataupun paparan langsung terhadap urin, feses, maupun jaringan hewan yang telah terkontaminasi patogen. Berikut adalah beberapa contoh penyakit yang bersumber dari tikus.

Kenali beberapa penyakit yang mengintai keluarga Anda karena keberadaan tikus.

1. PES
Pes atau sampar, adalah wabah mematikan yang mengincar manusia dan tikus. Jika tidak diobati, infeksi ini hampir selalu berakibat fatal. Penyebab utamanya adalah bakteri bernama Yersinia pestis. Penyakit ini menampakkan gejalanya dalam tiga bentuk:

  • Pes Bubonik: Ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang menyakitkan di ketiak atau selangkangan.

  • Pes Septikemik: Terjadi ketika infeksi menyebar ke darah, menyebabkan jaringan tubuh mati dan menghitam, yang melahirkan sebutan mengerikan: Black Death.

  • Pes Pneumonik: Merupakan tahap paling ganas ketika bakteri menyerang paru-paru.

  • Peran utama dalam penularan pes dimainkan oleh pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), yang menggigit manusia setelah terinfeksi dari tikus. Wabah ini pernah mengguncang dunia, merenggut jutaan nyawa di tiga benua antara abad ke-14 dan 20. Walaupun sekarang jarang mewabah, ancaman pes tidak boleh kita anggap enteng.

2.Salmonellosis
Salmonellosis, yang kerap disebut keracunan makanan, adalah penyakit pada manusia dan hewan yang dipicu oleh bakteri Salmoneria. Bakteri dengan 2.000 lebih tipe ini dapat menginfeksi berbagai hewan, termasuk tikus. Infeksi oleh S. typhimurium atau S. enteritidis bahkan bisa berakibat fatal bagi tikus itu sendiri. Meski pernah dipertimbangkan sebagai pembasmi tikus alami, ide ini gagal karena Salmoneria justru sangat berisiko untuk manusia dan hewan lain.

Gejala infeksi pada manusia meliputi sakit perut, diare akut, mual, muntah, dan demam yang dapat menyebabkan dehidrasi. Penyakit ini menyebar dari tikus ketika makanan atau minuman manusia terkontaminasi oleh kotoran atau urine tikus yang terinfeksi.

3. Leptospirosis (Penyakit Weil)
Penyakit Weil atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai leptospirosis, mengambil nama dari penemunya. Ini adalah penyakit serius yang ditularkan dari hewan, terutama tikus, ke manusia. Penyebabnya adalah bakteri Leptospira yang hidup di ginjal tikus dan menyebar melalui kencingnya.

Manusia bisa terinfeksi jika bersentuhan dengan air, tanah, atau benda yang terkontaminasi urine tikus, terutama jika bakteri itu masuk melalui luka terbuka atau selaput lendir. Itulah mengapa penyakit ini sering menjangkiti pekerja seperti petugas kebersihan, penambang, dan petani. Tragedi banjir Jakarta tahun 2002 adalah contoh nyata di mana wabah leptospirosis merebak akibat kontak dengan air banjir yang kotor.

Gejalanya sering disangka flu biasa, seperti demam dan sakit kepala. Namun, bisa berlanjut menjadi penyakit kuning, meningitis, hingga pendarahan. Komplikasi paling berbahaya dari penyakit ini adalah gagal ginjal.

4. Penyakit Disebabkan oleh Riketsia
Rickettsia adalah bakteri khusus yang menjadi parasit di dalam sel dan disebarkan oleh serangga seperti pinjal dan tungau. Salah satu penyakit yang dibawanya adalah Murine Typhus, yang berasal dari tikus dan menjangkiti manusia lewat gigitan pinjal. Rasa gatal dari gigitan ini sering digaruk, sehingga membuka pintu bagi bakteri Rickettsia typhi untuk masuk ke dalam darah. Penderitanya akan mengalami gejala mirip flu yang parah (sakit kepala, demam, menggigil) lalu diikuti ruam merah setelah beberapa hari.

Jenis infeksi Rickettsia lainnya adalah Scrub Typhus (disebar tungau di semak-semak) dan Rickettsial Pox. Rickettsial Pox, yang ditularkan oleh tungau dari mencit, memiliki pola khas: dimulai dengan bercak di lokasi gigitan, lalu seminggu kemudian penderita mengalami demam dan sakit kepala, dan akhirnya muncul bintik-bintir merah seperti cacar di sekujur tubuh.

5. Lassa dan Rodent-borne Haemorrhagic Fevers
Demam Lassa adalah infeksi virus akut dari kelompok Arenavirus. Gejalanya dapat berlangsung selama satu sampai empat minggu, dimulai dari rasa lemas, demam, dan sakit kepala, lalu berkembang menjadi sakit tenggorokan, batuk, mual-muntah, diare, serta nyeri pada otot, dada, dan perut. Pembengkakan kelenjar getah bening dan leher juga merupakan tanda khas.

Penyakit ini utamanya disebarkan oleh tikus Mastomys natalensis. Virusnya menular ke manusia melalui kotoran (feses dan urine) atau cairan hidung tikus yang terinfeksi. Meski kasusnya banyak ditemukan di Afrika Barat, jenis demam berdarah serupa akibat Arenavirus juga muncul di Amerika Selatan. Di Bolivia, penularnya adalah mencit Calomys callosus, sedangkan di Argentina, perannya dilakukan oleh mencit Callomys laucha dan C. musculinus.

Setelah menyimak betapa seriusnya ancaman dari 5 penyakit yang dibawa tikus, mulai dari PES hingga Lassa yang mematikan, menjadi jelas bahwa kehadiran tikus bukan lagi sekadar gangguan biasa. Mereka adalah vektor penyakit yang mengintai di sekitar kita. Oleh karena itu, tindakan pencegahan yang serius dan menyeluruh diperlukan. Jangan biarkan kesehatan keluarga dan kenyamanan rumah Anda terganggu oleh risiko yang sebenarnya dapat dicegah. Basmihama, dengan tenaga profesional dan metode yang efektif, siap menjadi mitra terpercaya Anda dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari ancaman tikus. Hubungi Basmihama sekarang juga untuk konsultasi gratis dan lakukan langkah nyata melindungi yang tersayang. Karena rumah yang sehat adalah investasi terbaik untuk masa depan.

Jaga rumah, jaga lingkungan, jaga nyawa dan jaga kebersihan selalu! Yuk, mulai gerakan bebas hama bersama basmihama.co.id dari lingkungan terkecil kita hari ini!


Hubungi AAG Pest Control sekarang juga di (021) 123-4567 atau kunjungi website kami di https://aag.co.id untuk konsultasi GRATIS!
Jangan tunggu hingga rumah Anda dipenuhi rayap, karena setiap hari Anda menunda adalah peluang bagi rayap untuk berkembang biak lebih banyak dan menyebarkan masalah di keluarga Anda. Lindungi properti dan kesehatan Anda bersama AAG Pest Control!

Mengapa Menggunakan Layanan AAG Pest Control ?
· Bersertifikasi ISO 14001, ISO 9001 dan ISO 45001
· Mengedepankan Konsumen, Lingkungan dan Keselamatan
· Teknisi Profesional dan Berpengalaman sejak tahun 2002
· Anggota dari Aspphami (Asosiasi Pengendalian Hama Indonesia)
· Anggota dari APMA (Asian Pest Management Association)

Layanan lainnya di AAG Pest Control :
· Disinfektan Virus · Pembasmi Nyamuk
· Pembasmi Rayap · Pembasmi Kecoa
· Pembasmi Semut · Pembasmi Lalat
· Pembasmi tikus · Pembersih Kutu Kasur
· Fumigasi

Area Layanan Kami :
· Jakarta · Bogor
· Bandung · Karawang
· Tangerang · Surabaya
· Semarang · Cirebon
· Malang · Yogyakarta

Baca juga :

Mengapa lalat sulit ditangkap ?

Lalat adalah serangga yang sangat umum di seluruh dunia. Mereka dapat . .

Waspada Demam Gigitan Tikus di Musim Hujan

Musim hujan identik dengan meningkatnya populasi tikus, hewan pengerat yang . . .

Posted in Pest Control