A A G
Contact Us

SEMUT

BIOLOGI SEMUT

semut dalam ekosistem.jpg

Semut merupakan serangga sosial yang termasuk ke dalam famili Formicidae yang keberadaannya sangat erat dengan manusia. Semut umum dijumpai di sekitar lingkungan tempat tinggal manusia. Keberadaan semut biasanya dijadikan indikator hayati yang digunakan sebagai alat monitoring perubahan kualitas dari suatu lingkungan. Hal ini berkaitan dengan salah satu sifat semut yaitu memiliki toleransi yang rendah (sangat sensitif) terhadap perubahan lingkungan. Selain itu, semut juga memiliki sifat ekologis dalam membantu tumbuhan, misalnya menggemburkan tanah, sebagai predator yang penting dalam melindungi tanaman dari serangan hama. Perilaku semut di antaranya berkembangbiak, mempertahankan  diri dari serangan mangsa dan juga mengumpulkan makanan. Semut termasuk serangga omnivora dan secara umum menyukai makanan yang mengandung gula, tetapi ada juga semut yang memakan bangkai dan nektar.

HABITAT

habitat semut.jpg

Habitat semut dapat ditemukan di dalam tanah, bagian bawah batu, kayu dan pepohonan. Kebanyakan spesies semut hidup berkoloni dan tidak mudah untuk berpindah sarang. Adanya aktivitas semut dalam mencari makan dan bersarang dapat menimbulkan kerugian pada manusia, contohnya makanan yang terbuka dapat dihinggapi semut ataupun semut dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan, misalnya adanya lubang pada nat keramik.

SISTEM KASTA

sistem kasta.jpg

Semut memiliki sistem kasta dalam hidupnya. Kasta tersebut terdiri dari jantan, ratu (betina reproduktif) dan kasta pekerja. Tugas dari jantan yaitu kawin dengan ratu, dan biasanya setelah kawin semut jantan akan mati. Ratu memiliki tugas utama yaitu bertelur dan membangun koloni baru, tetapi tidak membangun sarang. Kasta pekerja merupakan betina steril yang bertugas dalam memberi makan larva, merawat telur dan mempertahankan koloni dari musuh.

MORFOLOGI

morfologi semut.jpg

Bagian tubuh semut terbagi menjadi 3 bagian yaitu kepala, toraks dan abdomen. Terdapat ciri khas pada abdomen semut yaitu ruas abdomen bagian depan lebih kecil dibandingkan dengan abdomen bagian belakang, sehingga terlihat seperti pinggang. Semut memiliki bentuk kepala majemuk serta sepasang antena yang membentuk siku yang berfungsi untuk mencium bau dan menyentuh. Ukuran semut betina reproduktif lebih besar serta memiliki sayap dengan ukuran sayap depan lebih luas dan panjang dibandingkan dengan sayap belakang.

SIKLUS HIDUP

siklus hidup semut.jpg

Semut termasuk serangga yang memiliki metamorfosis sempurna dalam siklus hidupnya. Tahapan metamorfosis ini meliputi tahapan telur, larva, pupa dan dewasa. Telur akan menetas menjadi larva kurang lebih setelah 9-10 hari. Telur tersebut berukuran sangat kecil dan berwarna putih. Larva yang baru menetas akan menjadi larva instar I (berwarna putih) setelah kurang lebih 3 hari, dan masih mendapatkan makanan dari induknya, sedangkan larva generasi selanjutnya akan mendapatkan makanan dari kasta pekerja. Setelah mengalami molting beberapa kali, larva tersebut akan berkembang menjadi pupa. Semut dalam fase pupa memiliki bentuk seperti dewasa tetapi lebih lunak dan tidak aktif. Ketika semua organ sudah sempurna, maka kasta pekerja akan menarik semut muda dari dalam pupa. Semut muda akan berkembang menjadi semut dewasa selama beberapa hari. Perkembangan semut dari telur hingga menjadi dewasa membutuhkan waktu kurang lebih 6 minggu, hal ini juga didukung oleh tersedianya makanan, suhu, musim dan faktor lainnya.

SUMBER

  1. Falahudin I. 2012. Peranan Semut Rangrang (Oecophylla smaragdina) dalam Pengendalian Biologis pada Perkebunan Kelapa sawit. [Proceedings]. Palembang : (ID)
  2. Hasriyanty, Rizali A, Buchori D. 2015. Keanekaragaman Semut dan Pola Keberadaannya pada Daerah Urban di  Palu, Sulawesi Tengah. Jurnal Entomologi Indonesia. 12(1): 39-47
  3. Rahman RA. 2015. Pemanfaatan Nutrisi Cair terhadap Kualitas dan Waktu Panen Kroto Semut Rangrang (Oecophylla smaragdina). [Repository]. Universitas Jember : Jawa Timur (ID).
  4. Sigit et al. 2006. Hama Pemukiman Indonesia, Pengenalan, Biologi dan Pengendalian. UKPHP: Bogor (ID)

Winslow Environmental Organization.png

Download .pdf

Posted in Pest Control