A A G
Contact Us

KAKI SERIBU VS KELABANG

Centipede-millipede_Shutterstock.jpg

Kelabang/lipan (Centipedes) dan kaki seribu (Milipedes) bukan termasuk kelompok serangga. Kedua hewan ini termasuk dalam filum arthropoda dan subfilum myriapoda. Keduanya merupakan hewan terestrial atau aktif bergerak di tanah atau daratan. Pada umumnya mereka aktif pada malam hari dan ditemukan di daerah dengan kelembaban udara yang tinggi. Belum ditemukan laporan terkait adanya penyakit yang dibawa oleh hewan ini dan dapat ditularkan ke manusia, tumbuhan, ataupun hewan lain.

Difference-Between-Centipede-and-Millipede.jpg



KAKI SERIBU

Morfologi

Kaki seribu (kelas: Diplopoda) terkadang menjadi hewan pengganggu karena dapat merusak bibit tanaman dengan memakan akar,batang, dan juga daun. Mereka tidak menyebabkan kerusakan di dalam rumah, namun keberadaan mereka dalam jumlah banyak dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Kaki seribu sering disebut kluwing oleh masyarakat lokal. Hewan ini terlihat seperti cacing, namun segmen tubuh membulat dan memiliki dua pasang kaki pada tiap segmennya. Bentuk Kepala bulat dengan antena pendek. Kaki seribu dapat bervariasi panjangnya mulai dari 1 hingga 2 inci bahkan lebih. Biasanya berwarna coklat muda sampai hitam. Kaki seribu dapat memanjat dinding dengan mudah dan sering kali ditemukan masuk ke dalam rumah melalui celah yang ada pada pintu, jendela, ataupun celah retakan pada rumah.

download (1).jpg

Pertahanan Diri

Kaki seribu tidak memiliki racun, tetapi beberapa spesies memiliki kelenjar yang mampu menghasilkan cairan yang dapat menyebabkan iritasi. Cairan tersebut dikeluarkan melalui mekanisme pertahanan diri (Semprotan defensif) dan dapat menyebabkan reaksi alergi pada manusia. Semprotan defensif dari beberapa kaki seribu mengandung asam klorida yang secara kimia dapat membakar kulit dan menyebabkan perubahan warna kulit dalam jangka panjang. Cairan ini juga dapat berbahaya jika terkena mata. Tidak disarankan untuk memegang kaki seribu dengan tangan kosong. Orang yang memegang kaki seribu juga bisa merasakan bau yang melekat pada tangan. Setelah kontak dengan kaki seribu, cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air sampai baunya hilang.

download (2).jpg

millipede-58f274db5f9b582c4d5a8309.jpg

Makanan dan Habitat

Sebagian besar kaki seribu termasuk dalam hewan pengurai. Mereka memakan sisa bahan organik yang membusuk dan serasah dedaunan, meskipun ada beberapa spesies memakan akar, batang, dan daun tanaman hidup. Keberadaan kaki seribu sebagai hewan pengurai sangat berpengaruh terhadap penguraian sisa bahan organik dan berujung pada pelepasan unsur-unsur tersebut sebagai nitrogen dalam tanah (siklus nutrisi). Siklus nutrisi adalah salah satu proses utama yang mengatur dinamika ekosistem. Umumnya, kaki seribu bertanggung jawab terhadap penguraian 5-10% dari serasah daun tahunan. Kaki seribu menghabiskan sebagian besar hidup mereka dengan tinggal di tanah. Mereka lebih menyukai tempat yang cenderung lembab dan sejuk.

Tambopata_1026_3791.jpg

640-518114466-omnivorous-millipede.jpg

Siklus Hidup

Kaki seribu dapat menghasilkan 20 hingga 300 butir telur dan meletakan telur-telurnya di tanah. Telur-telur tersebut akan menetas dalam beberapa minggu. Kaki seribu muda hanya memiliki tiga pasang kaki dan tidak lebih dari tujuh segmen dalam tahap awal perkembangannya. Jumlah segmen dan juga kaki akan terus bertambah bersamaan dengan proses molting (ganti kulit) sampai mereka mencapai kematangan seksual (biasanya dalam dua hingga lima tahun tergantung pada spesiesnya). Kaki seribu kadang bermigrasi dalam jumlah besar, terutama setelah hujan lebat di akhir musim kemarau atau saat cuaca dingin.

millipedes-mating-P1220702c.jpg



KELABANG/LIPAN

Morfologi

Kelabang atau lipan (Kelas: Chilopoda) memiliki sepasang kaki di setiap segmen tubuhnya. Semua spesies memiliki tubuh yang rata dengan kepala yang memiliki sepasang antena panjang. Hewan ini juga memiliki rahang yang mengandung kelenjar racun yang terletak di segmen tubuh pertama tepat di belakang kepala. Kelabang memiliki ukuran tubuh yang bervariasi mulai dari 1 hingga 12 inci bahkan lebih pada saat dewasa. Kelabang memiliki warna bervariasi dari kuning muda, coklat tua, dan juga coklat kemerahan.

download.jpg

Makanan dan Habitat

Sebagian besar spesies kelabang memakan makhluk kecil seperti serangga. Mereka menangkap mangsanya dengan rahang yang kuat dan kemudian membunuhnya dengan menyuntikkan racun. Kelabang atau lipan dapat ditemukan di berbagai habitat, tetapi hewan ini lebih menyukai tempat yang gelap, lembab, area terlindung seperti di bawah batu, kayu busuk, serasah dedaunan, dan kulit kayu. Kelabang rumah merupakan hewan yang aktif di malam hari (nokturnal), dan mereka termasuk hewan predator. Mereka memangsa hewan atau serangga kecil seperti kecoa.

images (1).jpg

maxresdefault.jpg

Pertahanan Diri

Selain sebagai alat untuk menangkap mangsa, rahang beracun juga digunakan oleh kelabang sebagai alat untuk pertahanan diri dari predator. Sebagian besar efek gigitan kelabang pada manusia tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri. Efek racun gigitan kelabang pada manusia pada umumnya hanya menghasilkan reaksi moderat yang mirip dengan efek sengatan lebah. Namun efek yang fatal dapat terjadi pada orang yang memiliki riwayat alergi terhadap racun yang dimiliki serangga. Salah satu cara yang dapat dilakukan jika terkena gigitan kelabang diantaranya mencuci tempat gigitan dengan sabun dan air, mengompres dengan es atau menggunakan balutan basah yang dingin, dan menggunakan obat analgesik untuk menghilangkan rasa sakit.

images (2).jpg

Siklus Hidup

Proses reproduksi dari kelabang sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan. Perkembangan dari kelabang termasuk lambat, bahkan pada beberapa spesies dapat melalui sebanyak 10 fase instar. Kelabang relatif berumur panjang; beberapa spesies telah diketahui dapat hidup hingga enam tahun.

PENGENDALIAN

Langkah pertama dan paling penting dalam mengendalikan kaki seribu dan kelabang adalah dengan menghilangkan tempat persembunyiannya terutama yang berada di luar rumah. Hilangkan tumpukan sampah, batu, papan, tumpukan daun, kompos dan bahan serupa dari sekitar rumah. Kedua, Pastikan pintu dan jendela dapat tertutup secara rapat tanpa ada celah yang memungkinkan mereka masuk ke dalam rumah. Jika kaki seribu atau kelabang ditemukan dalam jumlah besar, penggunaan pestisida di sekitar bangunan dan sekitar pintu dan jendela dapat dilakukan. Aplikasi pestisida secara berkala diperlukan untuk pengendalian selama periode migrasi kaki seribu.

SUMBER:

Smith AM, Van Aarde RJ. 2001.The influence of millipedes on selected soil elements: a microcosm study on three species occurring on coastal sand dunes. Functional Ecology 15:51-59.

Sridhar KR, Ashwini KM. 2016.Diversity, Restoration, and Conservation of Millipedes. Biodiversity in India 5:1-38.

Sparks B, Gray EW. 2015. Millipedes & Centipedes. The University Of Georgia Bulletin 1088.



Kelabang vs Kaki seribu Cover.png

Download .pdf

Posted in Pest Control