A A G
Contact Us

BIAWAK AIR ASIA (Varanus salvator)

MORFOLOGI

varanus salvator.jpg

Biawak merupakan salah satu satwa endemik di Indonesia dan termasuk hewan berdarah dingin. Salah satu jenis biawak yang banyak ditemukan di Indonesia yaitu Biawak Air Asia. Hewan tersebut masuk ke dalam famili Varanidae. Biawak air berasal dari Asia Selatan dan Tenggara kemudian tersebar hingga ke berbagai pulau di Indonesia. Biawak aktif di siang hari sehingga dikatakan hewan diurnal. Aktifitas mencari makan dilakukan pada pagi hari, berjemur pada siang hari dan beristirahat pada malam hari di bawah pohon,atau di dalam semak dan lubang. Ciri morfologi dari biawak air yaitu memiliki bentuk lubang hidung oval dengan posisi lubang hidung berada di depan moncong dan juga memiliki leher serta moncong yang panjang. Biawak air dewasa rata-rata berukuran 1.5 meter. Selain itu, tubuh biawak air berwarna hitam dan adanya corak bulat berwarna kuning. Bentuk sisik di bagian atas kepala lebih besar dan ukuran sisik di bagian belakang (menuju ekor) semakin kecil. Bentuk ekor pipih, pada sisi bagian atasnya keras, sangat kokoh, dan panjangnya melebihi dari panjang kepala dan badan. Terdapat perbedaan antara biawak jantan dan betina, yaitu ada tidaknya sepasang hemipenis yang dimiliki biawak jantan. Hemipenis berbentuk seperti kantung, terletak di pangkal ekor dan menimbulkan tonjolan pada bagian ventral ekor. Sedangkan, pada biawak betina memiliki sepasang oviduk dan ovarium yang terletak pada rongga perut.

Taksonomi

800px-WaterMonitor_Penang.jpg

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Subfilum : Vertebrata

Kelas : Reptilia

Ordo : Squamata

Subordo : Autarchoglossa

Famili : Varanidae

Genus : Varanus

Spesies : Varanus salvator

HABITAT

dwew.jpg

Biawak air dapat ditemukan disekitar perairan seperti hutan bakau, hutan hujan, hutan campuran dan disekitar rawa. Kepadatan populasi biawak pada suatu daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, ketersediaan makanan yang melimpah, tingkat persaingan yang rendah karena kurangnya predator biawak air, dan kurangnya aktivitas manusia (perburuan liar). Salah satu perilaku dari biawak yaitu adanya aktifitas berjemur yang dilakukan pada pagi hari (08.00-10.00) dan sore hari (15.00-17.00) dengan rata-rata berjemur selama 80 menit. Kondisi lingkungan yang dijadikan tempat berjemur yaitu memiliki permukaan yang datar dan langsung terkena sinar matahari, contohnya diatas batang pohon, diatas bebatuan, dan di atas semak belukar.

Saat malam hari, biawak kembali ke sarangnya untuk beristirahat, misalnya di bawah perakaran pohon- pohon besar. Terdapat karakteristik tempat bersarang untuk biawak air yaitu ternaungi oleh perakaran pohon atau tanaman lainnya dan dekat dengan sumber air dan makanan. Biawak merupakan hewan karnivora yang dapat memangsa hewan hidup atau mati, misalnya burung, ikan, serangga, telur. Aktivitas makan dilakukan pada pagi hari sebelum biawak melakukan aktivitas berjemur.

REPRODUKSI

index.jpg

Faktor yang menentukan kematangan seksual pada biawak tidak terletak pada umur, tetapi berdasarkan ukuran tubuh. Saat biawak jantan (memiliki sepasang hemipenis) kawin dengan biawak betina, hanya satu hemipenis yang dimasukkan ke dalam kloaka betina. Biawak jantan menjadi agresif ketika musim kawin. Perebutan wilayah biasanya terjadi saat masa kawin, karena biasanya reptil membutuhkan lingkungan yang soliter untuk melakukan perkawinan. Di daerah tropis, perkawinan dapat dilakukan sepanjang tahun dengan intesitas yang terus menurun saat musim kemarau. Biasanya biawak betina mengubur telur nya di dalam tanah yang dekat dengan sumber air. Biawak termasuk hewan ovipar dan dapat menghasilkan telur lebih dari satu kali dalam setahun. Telur biawak air berbentuk lonjong silindris dan memiliki kulit yang lunak serta kasar. Telur mulai menetas setelah 180-372 hari dengan suhu sarang 30 derajat Celcius.

PERILAKU BIAWAK

baby-varanus-salvator-try-climb-up-walk-way_48527-17.jpg

Perilaku harian biawak diantaranya yaitu perilaku makan, bergerak, berjemur dan beristirahat. Perilaku bergerak pada jantan dewasa dilakukan dengan cara menjaga wilayahnya dari serangan musuh dan mencari makanan, sedangkan pada betina dewasa aktivitas bergerak dilakukan untuk mencari sarang untuk bertelur. Perilaku bergerak pada biawak di usia muda dilakukan untuk menjelajahi hal baru, kemudian mencari makanan. Biawak beristirahat setelah melakukan perilaku bergerak, biasanya biawak merebahkan atau menempelkan seluruh bagian tubuhnya ke permukaan tanah. Biawak tidak berinteraksi dengan binatang lain, aktivitas sosial dilakukan saat proses kawin, perebutan makanan dan wilayah teritorial. Perilaku berjemur pada biawak di pagi dan sore hari dilakukan untuk menjaga keseimbangan suhu dan kelembaban untuk metabolisme tubuhnya, sehingga biawak termasuk reptil berdarah dingin. Oleh karena itu, biawak harus menyerap panas dari sumber lain seperti sinar matahari.

SUMBER :

Gumilang R. 2001. Populasi Penyebaran Biawak Air Asia (Varanus salvator) di Suaka Margastwa Pulau Rambut, Jakarta. [Repository]. IPB : Bogor (ID)

Hanjar, Nitibaskara Tb U, Iskandar S. 2016. Populasi dan Pola Aktivitas Harian Biawak Air (Varanus salvator) di Kawasan Konservasi Laut Daerah Pulau Biawak, Indramayu. Jurnal Nusa Sylva. 16(1) : 18-23

Iyai DA, Pattiselanno F. 2006. Diversitas dan Ekologi Biawak (Varanus indicus) di Pulau Pepaya Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Irian Jaya Barat. Biodiversitas. 7(2): 181-186

Mahfud, Nisa C, Winarto A. 2015. Anatomi Organ Reproduksi Jantan Biawak Air Asia, Varanus salvator (Reptil: Varanidae). Acta Veterinaria Indonesiana. 3(1): 1-7

Nurkarimah AB. 2019. Identifikasi Protozoa pada Darah dan Saluran Pencernaan Biawak Air (Varanus salvator). [Repository]. UNAIR: Surabaya (ID)

March, 19 2020(1).png

Download .pdf

Posted in Umum